Cek Keaslian Rupiah

Kenali, Cintai, dan Bangga Rupiah. Panduan praktis tanpa alat bantu.

Prinsip Dasar: 3D

Cara paling mudah mengenali keaslian uang rupiah adalah dengan metode 3D.

1. Dilihat

Perhatikan warna yang terang dan jelas, serta benang pengaman yang tertanam atau seperti dianyam pada uang pecahan besar.

2. Diraba

Rasakan tekstur kasar pada bagian-bagian tertentu (seperti angka nominal, gambar pahlawan, dan lambang Garuda) karena teknik cetak intaglio.

3. Diterawang

Arahkan uang ke cahaya. Cari Tanda Air (Watermark) berupa gambar pahlawan dan Electrotype (ornamen).

Pilih Pecahan Uang

Pecahan Rp 100.000

Warna Dominan: Merah

Ciri Keaslian (Tanpa Alat):

  • Dilihat: Terdapat benang pengaman yang memuat tulisan "BI 100000" yang berubah warna jika dilihat dari sudut berbeda (Colour Shifting). Tinta logo BI di sisi depan juga berubah warna.
  • Diraba: Terasa kasar pada gambar pasangan Pahlawan Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta, serta angka nominal. Terdapat kode tunanetra berupa sepasang garis di sisi kiri dan kanan.
  • Diterawang: Tanda air (Watermark) berupa gambar Soekarno-Hatta dan electrotype berupa logo BI yang terlihat jelas saat diarahkan ke cahaya.

Pecahan Rp 50.000

Warna Dominan: Biru

Ciri Keaslian (Tanpa Alat):

  • Dilihat: Benang pengaman seperti dianyam, berubah warna jika dilihat dari sudut berbeda. Gambar tersembunyi (Latent Image) tulisan BI yang terlihat dari sudut tertentu.
  • Diraba: Tekstur kasar pada gambar Pahlawan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja. Kode tunanetra berupa dua pasang garis di sisi kiri kanan.
  • Diterawang: Tanda air berupa gambar Pahlawan I Gusti Ngurah Rai.

Pecahan Rp 20.000

Warna Dominan: Hijau

Ciri Keaslian (Tanpa Alat):

  • Dilihat: Benang pengaman tertanam. Perhatikan gambar perisai berisi logo BI yang akan berubah warna jika dilihat dari sudut berbeda (pada emisi terbaru).
  • Diraba: Kasar pada gambar Pahlawan Dr. G.S.S.J. Ratulangi. Kode tunanetra berupa tiga pasang garis.
  • Diterawang: Tanda air gambar Pahlawan Oto Iskandar Di Nata.

Pecahan Rp 10.000

Warna Dominan: Ungu

Ciri Keaslian (Tanpa Alat):

  • Dilihat: Benang pengaman tertanam. Cetakan gambar saling isi (Rectoverso) logo BI yang akan utuh jika diterawang.
  • Diraba: Kasar pada gambar Pahlawan Frans Kaisiepo. Kode tunanetra berupa empat pasang garis.
  • Diterawang: Tanda air gambar Pahlawan Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pecahan Rp 5.000

Warna Dominan: Cokelat

Ciri Keaslian (Tanpa Alat):

  • Dilihat: Benang pengaman tertanam (tidak memotong uang). Gambar tersembunyi tulisan BI.
  • Diraba: Kasar pada angka nominal dan gambar Pahlawan Dr. K.H. Idham Chalid. Kode tunanetra berupa lima pasang garis.
  • Diterawang: Tanda air gambar Pahlawan Cut Meutia.

Pecahan Rp 2.000

Warna Dominan: Abu-abu

Ciri Keaslian (Tanpa Alat):

  • Dilihat: Benang pengaman tertanam. Rectoverso logo BI yang presisi antara depan dan belakang.
  • Diraba: Kasar pada gambar Pahlawan Mohammad Hoesni Thamrin. Kode tunanetra berupa enam pasang garis.
  • Diterawang: Tanda air gambar Pahlawan Pangeran Antasari.

Pecahan Rp 1.000

Warna Dominan: Hijau Kekuningan

Ciri Keaslian (Tanpa Alat):

  • Dilihat: Benang pengaman tertanam. Warna cerah dan gambar tajam.
  • Diraba: Kasar pada gambar Pahlawan Tjut Meutia. Kode tunanetra berupa tujuh pasang garis.
  • Diterawang: Tanda air gambar Pahlawan Cut Nyak Meutia.